Asnani: Sebagai Pedagang Garam Saya Hanya Bisa Pasrah

0
120
Pedagang Garam
Suasana Pedagang Garam di Pinggir Jalan Kota Palu yang sedang menunggu pembeli

Palu, Scientia–Kondisi pandemi Covid-19 dan himbauan untuk tetap di Rumah, belum berlaku bagi banyak orang. Sebagian masyarakat di Kota Palu, masih ada yang beraktifitas diluar rumah. Mereka adalah masyarakat yang bekerja dengan upah harian.

Artinya, tanpa bekerja seharian mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan. Salah satunya adalah Ibu Asnani pedagang garam Talise di Kota Palu yang bertahan hidup ditengah pandemi.

Sebelum pademi covid 19 ini menyebar keseluruh wilayah di Sulawesi Tengah, Ibu Asnani yang berdagang garam juga membuka usaha jualan minuman dan makanan di café yang letaknya berada di Taman Hutan Kota Palu.

Namun sekarang ia menutup usaha cafenya dan hanya berharap pada dagangan garamnya.

Sejak pagi hingga sore hari, Ibu Asnani membuka lapaknya di pinggir jalan dan menunggu para penjual yang ingin membeli garamnya.

Saat pandemi Covid-19, pembeli berkurang, khususnya pembeli dari luar Kota Palu yang biasa memborong garamnya dalauntuk kebutuhan pertanian. Hal ini disebabkan, ditutupnya jalur transportasi darat di berbagai daerah di Sulawesi Tengah dan diluar Sulawesi Tengah.

Oleh karena itu, Ibu Asnani hanya menjual garam eceran dengan harga yang bervariasi. Selain pedagang garam, Ibu Asnani juga penyintas korban bencana 28 September 2018 yang lalu.

Pasca bencana untuk menyambung hidup, Ibu Asnani hanya bisa berdagang untuk kebutuhan sehari-hari. Kini ditengah bencana non alam, Ibu Asnani hanya bisa pasrah dan berserah kepada Yang Maha Kuasa agar diberi kemudahan menjalani cobaan ini. Apalagi sekarang Ibu Asnani tengah bersiap diri untuk memasuki bulan suci Ramadhan.

Kepada wartawan Scientia, Ibu Asnani Menuturkan agar Pemerintah Daerah Kota Palu bisa memberikan kami sembako selama pandemic untuk memudahkan kami bertahan hidup.

Ibu Asnani berharap pandemic ini segera berakhir.

“Sekarang ini hanya bisa pasrah, semoga wabah ini segera berlalu, sehingga kami bisa berdang lagi,” ujar Adnani sembari mengusap air mata. (RFL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here