PSBB, Ahnizar: Anak-Anak Rindu Sekolah

0
172
Belajar di Rumah, dengan Kondisi Tinggal di Huntara
Suasana Hunian Sementara yang kurang nyaman membuat anak anak rindu bersekolah, walaupun ditengah penerapan PSBB

Palu, Scientia—Ditengah Kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), belajar di rumah dirasakan semua orang tua atau wali murid.

Baca Juga: Ratmia Arbie: Prioritaskan Perempuan Dalam Situasi Pandemi Covid-19

Tak terkecuali Ahnizar, Ibu Rumah Tangga yang berusia 45 tahun yang hidup di Hunian Sementara (Huntara) bersama dua orang anaknya di Kelurahan Pantoloan, Kota Palu.

Anak yang pertama duduk dibangku kuliah dan anak yang kedua, masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Dihubungi via handphone oleh wartawan Scientia, Ibu Ahnizar mengatakan kalau dirinya mengalami kesulitan dalam membimbing anaknya yang masih SMP dalam menjawab pertanyaan tugas dari sekolah.

Pasalnya, semua pelajaran dan tugas yang diberikan sudah berbeda kurikulumnya dari masa sekolah ibu Ahnizar dulu.

“Iya, selama ini saya kesulitan membimbing anak saya yang masih SMP menjawab pekerjaan rumahnya. Sebab banyak yang sudah saya tidak ketahui karena beda kurikulum mereka dengan waktu saya masih sekolah lalu,” ujar Ahnizar.

“Ditambah lagi, saya tidak punya waktu banyak mendampingi anak saya karena pekerjaan. Makanya, anak saya rindu ingin bersekolah lagi,” Kata Ahnizar.

“Selain itu, kondisi belajar di Huntara juga tidak memungkinkan untuk anak saya berkonsentrasi belajar. Sebab, banyak anak-anak di lingkungan Huntara ribut kalau bermain di luar. Belum lagi jika ada tetangga yang berteriak-teriak,” Tambah Ahnizar.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan anaknya, Ibu Ahnizar merasa beruntung ada program belajar di TVRI yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Pemerintah. Sehingga, tidak perlu khawatir akan ketinggalan pelajaran selama di Huntara.

Sebab, tidak ada materi belajar yang diberikan oleh pihak sekolah melainkan hanya pekerjaan rumah.

Tidak hanya kendala yang dihadapi anak Ibu Ahnizar yang masih SMP. Sejak diterapkan kuliah online oleh pihak kampus, anak yang tertua juga mengalami kendala.

Seperti, tugas kuliah yang bertumpuk, susahnya mendapatkan jaringan dan data. Beruntung selama kuliah online, anak yang tertua numpang jaringan disalah satu rumah yang ada dekat Huntara.

Diketahui, Ahnizar adalah korban bencana Tsunami 28 September 2018. Kondisi tempat tinggalnya yang semula tidak memungkinkan lagi bagi Ahnizar untuk ditinggali.

Sekarang ini Ahnizar beserta keluarganya masih tinggal di Hunian Sementara dan menunggu direlokasi ke Hunian Tetap.

Ahnizar berharap semoga pandemi covid 19 ini cepat berlalu, agar anak-anak mereka kembali bersekolah seperti semula dan perekonomian penyintas di Huntara bisa berjalan kembali normal. (RFL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here