Nestapa Pendidikan di Pedalaman Sulawesi Tengah

0
310
Riski Amelia, Pendidikan di Pedalaman Sulawesi Tengah (Sulteng)
Riski Amelia, Mahasiswa Universitas Tadulako Sekaligus Aktivitas Jelajah Edukatif, memberikan pandangannya terkait Pendidikan di Pedalaman Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei Tahun 2020

Palu, Scientia—Memperingati Hari Pendidikan Nasional, salah seorang mahasiswa dari Universitas Tadukalo, Riski Amelia memberikan pandanganya terkait situasi pendidikan hari ini. Khususnya, di wilayah pedalaman Sulawesi Tengah.

Riski Amelia, yang juga seorang aktivits Jelajah Edukatif, memandang bahwa, di pedalaman Sulawesi Tengah, kondisi pendidikanya masih memprihatinkan. khususnya di Dusun Sumbol, Desa Taronggo, Kabupaten Morowali Utara.

Menurutnya, kekurangan sarana dan prasarana pendidikan disana, akibat kurangnya survei Pemerintah dan tidak meratanya pembangunan.

Riski Amelia mendeskripsikan masyarakat disana, yang anak usia muda sudah banyak yang menikah. Hal ini menurutnya, merupakan dampak dari ketiadaan pendidikan disana. Ditambah lagi, masyarakat disana masih sangat tertutup terhadap pendatang.

“Kami MELIHAT kondisi masyarakat cukup memperihatinkan karena kurangnya pengetahuan. Banyak anak-anak yang masih di bawah umur sudah menikah dan memiliki anak. Sebagian masyarakat juga masih sangat tertutup dengan orang baru,” ujar Amelia.

“Sebenarnya banyak hasil alam yang bisa dimanfaatkan untuk meraup rupiah. Namun, karena belum adanya teknologi dan kurangnya pengetahuan yang masuk kesana, maka hasil alam pun mereka konsumsi sendiri,” ulas Amelia.

Menurutnya, harus ada tindakan yang diambil oleh seluruh pemangku kepentingan. Saat ini, dirinya dan kawan-kawan pegiat sosial lainya, sedang berupaya membangun komunikasi dengan Pemerintah Daerah Morowali Utara.

Namun, karena situasi pandemi maka niat tersebut masih tertunda. Selain itu, kata Amelia, mereka juga mengusahakan bahan bacaan bagi masyarakat di Dusun Sumbol.

“Langkah awal, kita akan hearing dengan pemerintah, misalnya dengan Pemerintah Daerah Morowali Utara dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk menjelaskan bahwa masih banyak anak anak disana yang sama sekali belum tersentuh pendidikan,” ujar Amelia.

“Rencana kemarin setelah lebaran Jelajah Edukatif mau berkunjung kembali untuk membuat perpustakaan di bagian Sekolah Lipu dan kembali memberikan pendidikan,” tambah Amelia.

Saat ini, untuk mengatasi ketertinggalan pendidikan disana. Seorang guru bernama Indo Amel mengajar di Dusun Sumbol Desa Taronggo. Akan tetapi, tidak ada fasilitas yang memadai disana. Sehingga beberapa kali praktek mengajar masih terhambat oleh kekurangan tersebut.

Harapanya, Pemda bisa memberikan wujud nyata untuk pendidikan disana membangun Sekolah, supaya anak-anak disana layak menjadi kebanggaan bangsa. (RFL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here